Apa jadinya, jika sumpah pemuda hadir di tahun 2013 ini?
Mungkin akan seperti ini jadinya:
Loeh guweh satu bangsa gitu deh!
Loeh guweh satu bahasa… yah bahasa gawull
gtooh!
Loeh guweh satu tanah air, Endonesah
ciiiiinnn…
Sumpeeeeee loeeeee!
SIMPULAN PANJANG
Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak
kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang). Tapi yang
paling terkenal adalah Anak layangan. Dominannya, istilah ini menggambarkan anak
yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Menurut Koentjaraningrat,
Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, yang ingin
diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya
tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsissan yang cukup
mengganggu masyarakat pada umumnya. Diharapkan sifat ini segera hilang, jika
tidak akan mengganggu masyarakat sekitar.
Bahasa Alay secara
langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak
mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay
dipergunakan pada situasi yang tidak formal seperti ketika kita sedang
berbicara dengan teman. Atau pada komunitas yang mengerti dengan sandi bahasa
Alay tersebut. Kita boleh menggunakannya, akan tetapi jangan sampai
menghilangkan budaya berbahasa Indonesia. Namun dengan demikian keberadaan
Bahasa Indonesia juga bisa teruji dengan hal-hal yang baru sehingga bisa lebih
menguatkan Bahasa Indonesia itu sendiri.
Kurangnya kesadaran
untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau
lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat. Salah satu
kebijakan untuk tetap melestarikan bahasa nasional adalah
pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat menjunjung tinggi bahasa
Indonesia agar tetap menjadi bahasa yang dapat dibanggakan dan sejajar
dengan bahasa-bahasa di seluruh dunia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa
resmi negara kita dan juga sebagai identitas bangsa. Untuk itulah, kita sebagai
generasi muda, harus cermat dalam memilih serta mengikuti trend yang ada.
Jangan sampai merusak budaya bahasa kita sendiri.
Tata bahasa Indonesia pada saat ini
sudah banyak mengalami perubahan. Masyarakat Indonesia khususnya para remaja,
sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya penggunaan
bahasa baru yang mereka anggap sebagai kreativitas. Jika mereka tidak
menggunakannya, mereka takut dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Salah
satu dari penyimpangan bahasa tersebut diantaranya adalah digunakannya bahasa
Alay.
SIMPULAN PENDEK
Bahasa adalah media
dasar komunikasi yang efektif yang tujuannya untuk menyampaikan informasi
sehingga pihak lain dapat mengerti dan memahami apa yang dimaksut suatu pihak.
Informasi tersebut disampaikan dengan kata-kata,gerakan,gambar ataupun
tanda-tanda yang membuat pihak lain mengerti apa yang kita maksud , itulah
mengapa bahasa disebut sebagai alat komunikasi. Seperti yang kita ketahui
bersama, bahasa merupakan alat komunikasi yang utama. Tanpa bahasa kita tidak
akan bisa menyampaikan serta mengkomunikasikan maksud dan tujuan kita.
Penggunaan bahasa Alay memiliki dampak yang positif dan negatife. Dampak
positif dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih creative.
Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita
menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada
situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.
Sedangkan dampak negatifnya adalah
penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia
dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan
untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar